Kamis, 17 Mei 2012

makalah tentang sabar


TAFSIR AL QURAN TENTANG SABAR
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Al Quran Hadist
Dosen Pembimbing : Bapak Anshory

logo-uin-baru.jpg
Disusun Oleh :
1.     Nofianatul Hasanah             NIM : 1111014000072
2.     Fuji Herawati                         NIM : 1111014000047
3.     Wurry Aprianty                    NIM : 1111014000049
4.     Nunik Kurniawati                 NIM : 1111014000051
5.     Jumayeva Aygozel               NIM : 11110140000130
 

JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2012

KATA PENGANTAR

ﺑﺴﻡﺍﷲﺍﻠﺭﺤﻣﻥﺍﻠﺭﺤﻳﻡ
Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan, rahmat dan karunia-Nya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan. Makalah yang berjudul “TAFSIR AL QURAN TENTANG SABAR” ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Al Quran Hadist.
            Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Anshori sebagai dosen pembimbing Al Quran Hadist yang telah sabar membimbing kami sampai saat ini .  Terima kasih Kepada teman –  teman dan semua pihak yang telah membantu dan mendukung kami .
Semoga makalah ini bermanfa’at bagi kita semua . Amiin .
Wassalam
                                                                                                  
                                                                                                                                                                        Jakarta, 08 mei 2012
                                                                                                             Penyusun,


                                                                                                                                                 Kelompok  8
















DAFTAR ISI
Halaman Judul............................................................................1
Kata Pengantar ..........................................................................2
Daftar Isi.....................................................................................3

Bab I         :    Pendahuluan..........................................................4
A.     Latar Belakang..............................................4
B.    Rumusan Masalah.........................................4

Bab II        :    Pembahasan...........................................................5
a.     Pengertian sabar......................................5
b.    Bentuk – bentuk sabar.............................6
c.     Keutamaan sabar.....................................9
d.    Penyakit – penyakit yang merusak sabar.11
e.     Tafsir Al Quan tentang sabar...................14
Bab III       :    Penutup..................................................................16
A.    Kesimpulan....................................................16
Daftar Pustaka.............................................................................17        

















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Menjadi pribadi yang terpuji dalam kehidupan ini merupakan perkara yang amat penting. Dunia ini telah tercemar karena hadirnya manusia-manusia tercela. Tidak sedikit manusia yang mampu menghadapi kenyataan ini mengakibatkan keputusasaan sampai melakukan tindakan bunuh diri, dikarenakan mereka tidak memiliki sifat sabar.
Sebagai manusia kita tentu ingin menjadi manusia yang baik, bahkan yang terbaik. Namun, harus kita sadari bahwa menjadi orang yang baik apalagi yang terbaik tidak bisa terwujud begitu saja, kecuali dengan usaha yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, setiap orang harus berupaya semaksimal mungkin agar dirinya menjadi manusia yang terbaik dalam pandangan Allah dan rasul-Nya. Itu sebabnya, sikap sabar sangat penting dan harus dimiliki oleh setiap orang beriman.

B.    Perumusan masalah
1.      Pengertian Sabar
2.      Bentuk – bentuk sabar
3.      Keutamaan sabar
4.      Penyakit yang merusak sabar
5.      Tafsir Alquran tentang sabar
























BAB II
PEMBAHASAN
1.     Pengertian Sabar

Secara harfiah  , sabar berasal dari kata shabara – Yashbiru - Shabran yang artinya menahan atau mengekang. Sabar adalah menahan diri dari bersikap, berbicara, dan bertingkah laku yang tidak dibenarkan oleh Allah swt. Dalam berbagai keadaan yang sulit, berat dan mencemaskan. Sabar juga bermakna ketabahan  dalam menerima suatu kesulitan dan kepahitan, baik secara jasmani seperti menanggung beban dengan badan berupa beratnya suatu pekerjaan,sakit,dan sebagainya, juga sabar secara rohani seperti menahan keinginan yang tidak benar.
Kata sabar mengandung makna yang sedemikian luas dalam berbagai keadaan, sehingga istilahnya pun berbeda-beda. Ketika seseorang mendapatkan musibah, dia harus bersabar yang lawannya adalah jaza’u (keluh kesah). Ketika dia hidup berkecukupan atau berlebihan, dia harus mengendalikan nafsu yang disebut dengan zuhud yang kebalikannya adalah serakah (al-hirshu).
Jika dia menghadapi peperangan, kesabarannya disebut disebut dengan syajaa’ah (berani), bukan jubnu (takut,pengecut), jika dia sedang marah kesabarannya adalah lemah lembut (al-hilmu) yang lawannya adalah emosional (tadzammur), jika dia menghadapi bencana, sabarnya adalah berlapang dada, jika dia menyimpan perkataan (rahasia), sabarnya adalah kitmaanus-sirri, jika dia memperoleh sesuatu yang tidak banyak, sabarnya adalah qanaa’ah (menerima).
Sabar merupakan sesuatu yang amat penting untuk dimiliki oleh setiap muslim, bahkan ini merupakan sesuatu yang harus diutamakan, karena begitu banyak ujian dan tantangan hidup yang senuanya itu harus dihadapi dengan kesabaran. Allah swt. Berfirman :
     “ Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan. “ (Ali-Imran : 186)
      
2.     Bentuk-bentuk sabar
Seorang muslim harus bersabar dalam berbagai keadaan dan bentuknya dalam kehidupan ini. Secara garis besar, sabar bisa dikelompokkan menjadi dua : yaitu sabar jasmani dan rohani. Al-Qur’an dan Hadist menyebutkan bentuk-bentuk kesabaran yang harus kita tunjukkan.
1.Sabar dalam ibadah dan ketaatan
                 Sabar dalam ibadah dan ketaatan berarti selalu menjalankan keharusan kita kepada Allah swt. Untuk beribadah dan menaati-Nya, apapun situasi dan kondisi yang kita hadapi.

2.         Sabar dalam menghadapi ejekan
                          Dalam hidup ini kadangkala ada manusia yang tidak senang atau tidak suka kepada kita, baik karena apa yang kita miliki maupun karna kebaikan yang kita lakukan. Ketidaksukaan mereka ditunjukkan dalam bentuk mengejek dan menghina. Menghadapi hal ini, seorang muslim harus memiliki kesabaran agar tidak menuruti keburukan yang mereka inginkan atau kemarahan yang kita tunjukkan kepadanya secara berlebihan.

3.  Sabar dalam memperoleh kebutuhan, menghadapi cobaan dunia, dan menghadapi musibah
               Setiap manusia memiliki kebutuhan konsumsi dalam hidupnya yang harus diusahakan dengan sunguh – sungguh dan penuh kesabaran. Namun, Allah SWT kadangkala menguji manusia dengan berkurangnya kebutuhan hidup itu, ditambah lagi ujian dengan terjadinya musibah, yakni sesuatu yang tidak menyenangkan menimpa seseorang. Bila musibah kepada Allah menimpa, sebagai muslim idealnya kita menyikapinya dengan penuh kesabaran yang ditunjukkan dengan mengucapkan bahwa segala sesuatu dari Allah dan akan kembali kepadaNya.

4.      Sabar dalam menunggu ketetapan Allah SWT
Ada banyak ketetapan Allah yang berlaku dalam kehidupan ini, ketika sakit ada saat sembuh, ketika kalah ada saat menang dan begitulah seterusnya. Kaum muslimin harus bersabar menunggu berlakunya ketetapan itu, namun dia tetap harus berusaha dan berdoa yang disertai dengan pujian kepada Allah, khususnya pada saat bangun malam untuk bertahajud agar mendapat ketetapan yang baik dari Allah SWT .

5.      Sabar dalam menunggu janji Allah SWT
Didalam Al- Quran, Allah SWT berjanji kepada orang – orang yang beriman dan beramal sholeh dengan janji – janji yang menyenangkan dalam kehiupan di dunia maupun di akherat.belum diwujudkannya janji Allah itu dalam kehidupan dunia kadangkala membuat orang yang beriman bertanya- tanya tentang kebenaran janji itu, bahkan bisa jadi menimbulkan buruk sangka kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, kaum muslimin harus tetap yakin bahwa janji Allah itu benar dan jangan sampai anggapan orang yang tidak beriman kepada Allah membuat kaum muslimin menjadi gelisah hatinya dan ragu kepada Allah. Hal ini dinyatakan dalam firmannya,
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ

Artinya: Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janjiAllah adalah benar dan sekali-kali janganlahorang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayatAllah) itu menggelisahkan kamu. (Q.s. Ar- ruum :60)

6.      Sabar dalam keinginan Nafsu
            Setiap manusia memiliki banyak keinginan. Pada dasarnya keinginan – keinginan itu boleh saja dituruti dan dipenuhi,namun tetap dalam kendali,sehigga manusia tidak menghalalkan berbagai cara untuk bisa memenuhinya. Untuk itu diperlukan kesabaran dari berbagai keinginan yang dikelompokkan menjadi empat :
            Pertama, sabar dari memperturutkan kesenangan dan kemewahan dunia. Hal ini karena kesenangan dunia merupakan ujian dari Allah Swt. Yang tidak boleh membuat kita lupa ,baik lupa dalam mencarinya sehingga menghalalakan segala cara, maupun lupa saat menikmatinya sehigga tidak pandai bersyukur dan tidak menyedekahkan bagi yang lebih membutuhkan. Allah Swt mengingatkan tentang ini dalam firman-Nya,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikansebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanyakepada Kami lah kamu dikembalikan.( Q.s. Al Anbiyaa’ :35)
Kedua, sabar dari menghendaki apa yang dimiliki orang lain, sehingga kita tidak tergiur atas sesuatu yang dimiliki orang lain,apalagi untuk menghalalkannya sengan berbagai cara. Allah Swt. Berfirman,
 Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya.  Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal. ( Q.s. Thahaa : 131)
Ketiga, sabar dalam menuruti nafsu seksual. Ini merupakan perkara yang berat, namun bukan berarti jika tidak bisa menaklukkannya. Karenanya bagi orang – orang yang sudah siap menikah, dia harus segera menikah dan bila belum mampu dia harus bersabar dengan mengendalikan diri, agar jangan sampai melakukan perzinahan yang amat keji dan berbahaya bagi kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Allah Swt. Berfirman,
Dan barangsiapa di antara kalian yang tidak memiliki biaya untuk menikah dengan wanita merdekayang beriman, maka (dihalalkan bagi kalian untuk) menikahi budak wanita yang beriman. Allah mengetahui keimanan kalian, sebagian dari sebagian yang lainnya. Karena itu, nikahilah budak tersebut atas izin tuannya dan berikahlah mahar yang pantas kepada mereka. (dengan syarat) budak wanita tersebut menjaga dirinya. Mereka bukanlah pezina dan bukan wanita yang mempunyai lelaki simpanan. Apabila mereka sudah menikah lalu dia berzina maka hukuman bagi mereka adalah setengah dari hukuman wanita merdeka. Hal itu bagi orang yang takut akan terjerumuskepada perzinaan. Tetapi jika kalian bersabar, itulah yang lebih baik untuk kalian. Dan Allah itu maha pengampun lagi penyayang. (Q.s. An- Nisaa’ : 25)
Keempat, sabar dari memperturutkan kemarahan, sehingga kita ketika marah kepada orang lain tidak selalu kemarahan itu harus dilampiasakan, meskipun kita bisa menunjukkanya. Hal ini disebabkan oleh bersikap sabar, apalagi dengan memaafkan kesalahan orang lain menjadi lebih baik. Namun, bila mau membalas kesalahan orang lain hal itu tidak dilakukan secara berlebihan. Allah Swt. Berfirman,
Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.( Q.s An Nahl : 126 )
Asy – Syuuro : 41 – 43
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ  (41)
Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُوْلَئِكَ لَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ  (42)
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.

وَلَمَنِ انتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُوْلَئِكَ مَا عَلَيْهِم مِّن سَبِيلٍ  (43)
Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.

7.      Sabar Atas beban Dakwah
Dakwah merupakan kewajiban atau tanggung jawab yang sangat mulia untuk dilaksanakan. Sebab, selain melanjutkan tugas para nabi, dakwah amat dibutuhkan oleh manusia dalam berbagai situasi dan kondisi. Namun, tidak sedikit manusia yang tidak suka dengan dakwah. Mereka bukan hanya menolak pesan – pesan dakwah, dan mengganggu para dai baik secara fisik maupun mental. Maka dari itu para dai harus tetap bersabar dalam arti terus melanjutkan tugas dakwah meskipun resikonya tidak menyenangkan.

8.      Sabar dalam perang
              Perang merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan secara duniawi,selain melelahkan dan menakutkan. Perang juga menuntut pengorbanan, tidak hanya dengan harta dan tenaga tetapi dengan jiwa sekaligus. Karena itu, diperlukan kesabaran dalam arti tetap berada dalam medan perang, sehingga Allah akan selalu bersamanya yang membuat pertolongan akan diberikan kepadanya hingga kemenangan bisa diraih. Allah Swt. Berfirman dalam surat Al- anfaal : 45 – 46.

9.      Sabar dalam hubungan dengan manusia
              Setiap muslim harus berusaha menjalin hubungan yang sebaik mungkin kepada orang lain, baik muslim maupun non muslim. Namun, kadangkala tidak semua sikap dan tingkah laku mereka kita sukai. Meskipun demikian, ketidaksukaan kita terhadap sikap dan tingkahlaku orang laintidak boleh membuat kita tidak mau menjalin hubungan dengan baik, karena bisa jadi sikap dan tingkahlakunya yang lain bisa kita senangi.
Sikap sabar dalam menjalin hubungan yang bersifat manusiawi harus kita kembangkan, apalagi kepada orang tua sendiri, terlebih kepada istri.  Bila kita memiliki kesabaran dalam berhubungan dengan sesama manusia, ada banyak kebaikan yang kita peroleh.

3.     Keutamaan sabar

Ketika Allah Swt memerintahkan sesuatau kepada kita, apalagi amat m,enekannya, apa yang diperintahkannya itu pasti mengandung keutamaan yang sangat besar. Begitu pula dengan perintah berlaku sabar. Ada banyak keutamaan sabar yang harus kita pahami agar kita semakin termotivasi dan bersungguh – sungguh untuk memiliki sifat terpuji ini .

1.      Menimbulkan kekuatan yang berlipat
Membangun umat yang kuat merupakan sesuatu yang amat dibutuhkan oleh kaum muslimin. Kekuatan rohani atau kekuatan mental yang dimiliki biswa jadi akan menjadi kekuatan fisik. Kesabaran merupakan salah satu sifat yang bisa meningkatkan kekuatan umat islam hingga berlipat- lipat .Allah Swt. Berfirman dalam surat Al Anfaal ayat 65,
“Hai nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak maengerti.” (Q.s. Al Anfaal :65)

2.      Memperoleh balasan yang lebih baik dan tidak terbatas
Sabar merupakan salah satu sifat yang disenangi Allah Swt. Karena itu, siapa saja yang sabar dalam hidupnya, Allah mencintainya, dekat dengannya, dan wajar bila Dia akan memberikan balasan yang lebih baik dari kesabaran yang ditunjukkannya, bahkan balasan yang tidak terbatas atau tidak terhitung basarnya.

3.      Karunia yang Utama
Rezeki ternyata tidak selalu berupa harta,makanan tau miniman tapi memiliki sifat yang terpuji seperti sabar justru dinilai sebagai rizki yang jauh lebih bernilai daripada rizki berupa harta. Rasulullah Saw bersabda,

Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba ynag lebih luas baginya daripada sabar”. (HR al – Hakim )

4.      Memperoleh Kebahagiaan
Setiap orang pasti ingin memperoleh kebahagiaan dalam hidup ini, namun kabahagiaan itu tidak hanya bisa kita ukur dari materi yang berlimpah, tapi menjadi orang yang sabar merupakan kebahagiaan tersendiri yang tidak bisa tersaingi oleh limpahan materi sekalipun. Rasulullah Saw bersabda,

orang yang bahagia adalah orang yang dijauhkan dari fitnah- fitnah dan bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar.” ( HR Ahmad dan Abu Dawud )

5.      Memperoleh ampunan dan pahala yang sangat besar
Ketika kita bersalah dalam kapasitas sebagai hamba  Allah Swt, yang amat kita dambakan adalah pemberian Ampunan dari Nya, apalagi hingga memperoleh pahala yang sangat besar, meskipun ranya tidak banya beramal soleh. Salah satu yang membuat orang mendapatkan ampunan dan pahala besar adalah bila dia memiliki sifat sabar dalam hidup ini.

6.      Selalu barsama Allah Swt
Selalu dekat kepada Allah Swt merupajan hal yang sangat menyenangkan, selain kita tidak akamn menyimpang dari ketentuan Nya, Allah Swt pasti akan memberikan pertolongan saat kita amat membutuhkanNya. Hal ini diberikan Allah Swt kepada orang- orang yang sabar seperti yang disebutkan dalam surat Al Anfaal ayat 46 diatas.

7.      Memperoleh keberuntungan
Salah satu seruan Allah Swt kepada orang – orang yang beriman adalah agar setiap mukmin memiliki kesabaran dalam hidupnya,bahkan terus mengokohkan dan menetapkan kesabaran itu. Jika sudah demikian maka Allah Swt akan memberikan keberuntungan baginya dalam kehidupan diakhirat nanti. Allah Swt. Berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” ( Q.s. Ali Imran : 200)

8.         Masuk surga dan disambut malaikat
Siapa saja kaum muslimin yang memiliki sifat yang terpuji niscaya akan mendapatkan penghargaan yang tinggi disisi Allah Swt , karena orang yang sabar dalam kehidupan di dunia ini akan mendapat jaminan masuk kedalam surga dengan segala kenikmatan yang diperoleh, bahkan para malaikatakan menyambut mereka dengan penghormatan dan pujian yang luar biasa. Allah Swt. Berfirman,

وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutera( Q.s Al Insaan(76):12)


4.     Penyakit yang merusak sabar       
          Ketika kita selalu memiliki sifat sabar, maka ada penyakit-penyakit mental yang bisa merusak kesabaran itu. Oleh sebab itu, penyakit ini harus kita waspadai agar jangan sampai merasuk ke dalam jiwa kita dan merusak nilai-nilai kesabaran dan sifat-sifat terpuji lainnya.
1. Tergesa-gesa (Isti’jaal)
            Tergesa-gesa atau terburu-buru guna memperoleh hasil yang didambakan, sehingga melanggar ketentuan dan menghalalkan segala cara merupakan hal yang tidak dibenarkan di dalam islam, termasuk tergesa-gesa agar orang yang tidak menerima petunjuk kebenaran mendapatkan dosa dari Allah swt., padahal seharusnya kita berdoa dan berusaha agar orang itu mau menerima petunjuk dan berjalan di atas petunjuk yang benar. Meskipun pada diri kita ada potensi untuk tergesa-gesa, namun pada jiwa kita juga ada potensi untuk menjadi sabar, karena tidak mungkin Allah mengharuskan kita berlaku sabar bila potensinya tidak ada. Allah swt. berfirman,
Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (Kekuasaan)-Ku. Maka jangan kamu meminta Aku menyegerakannya.” (Al-Anbiyaa’ : 37)

” Maka bersabarlah engkau (Muhammad) sebagaimana kesabaran rasul-rasul yang memiliki keteguhan hati, dan janganlah engkau meminta agar azab disegerakan untuk mereka...”(Al-Ahqaaf:35)
2. Marah (Al-Ghadhab)
            ketidaksukaan kita terhadap seseorang atau sekelompok orang meskipun mereka berlaku tidak baik kepada kita tidak saelalu harus kita tunjukkan daengan kemarahan. Dalam dakwah, ketika orang yang kita dakwahi ternyata tidak mau menerima pesan-pesan dakwah, kadangkala seorang dai menjadi kesal. Sifat ini merupakan hal yang tidak dibenarkan oleh Allah swt. sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya,
” Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih. Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh ”(Al-Qalam:48-50)
3. Bersedih Hati dan Bersempit Dada
            Ketika kesulitan menerpa kita, jangan sampai kita bersedih hati, apalagi bersempit dada hanya karena ada orang yang tidak mau menjadi baik, padahal kita senantiasa menyerunya ke jalan baik. Sifat ini merupakan penyakit penyakit yang bisa merusak kesabaran yang sudah kita bangun. Rasulullah saw. diingatkan Allah swt. dalam firman-Nya,
” Dan berasabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu dayayang  mereka rencanakan.”(An-Nahl:127)

” Maka boleh jadi engkau (Muhammad) hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu sempit karenany, karena mereka akan mengatakan, ’Mengapa tidak diturunkan kepadanya harta (kekayaan) atau datang bersama malaikat?’ Sungguh, engkau hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah pemelihara segala sesuatu.” (Huud:12)
4. Putus Asa
            Putus asa karena kesulitan hidup yang dialami merupakan penyakit mental yang amat berbahaya dalam upaya mempertahankan kesabaran. Sebab, keputusasan membuat manusia menjadi tidak bersemangat dalam perjuangan, bahkan sudah kalah sebelum bertanding, padahal kesulitan bisa dialami siapa saja. Karena itu, Allah swt. berpesan dalam firman-Nya,
” Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati sebab kamu palin tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman. Jika kamu (pada perang uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran).”(Ali-Imran:139-140)
Dari uraian di atas, menjadi jelas bagi kita betapa penting kedudukan sabar bagi umat Islam sehingga sifat ini amat ditekankan oleh Allah swt untuk kita miliki.

5.     TAFSIR AL – QURAN TENTANG SABAR
Surat Al-Anfal Ayat 65-66
“ Hai nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak maengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir, dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat  mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”(Q.S Al-Anfaal:65-66)

 Abu Ja’far ( ayat awal )
Artinya : beri para pengikut dan orang – orang yang mempercayaimu itu semangat untuk memerangi orang – orang yang berpaling dan membangkang ( Kalangan Musyir ).
Jika diantara mereka ada dua puluh orang laki-laki yang sabar ketika menghadapi musuh dan mereka bisa mempertahankan diri serta tidak mundur dari musuh itu, maka mereka akan mampu mengalahkn dua ratus orang musuh. Jika mereka ada seratus maka mereka bisa mengalahkan seribu orang. 
“disebabkan orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti”
Maksudnya: karena orang-orang musyrik berperang tanpa mengharapkan pahala dari Allah. Mereka tidak tahu bahwa Allah maha mengabulkan orang yang berperang dengan mengharap pahala dari-Nya. Mereka tidak paham bahwa Allah maha mengabulkan permintaan orang-orang yang beperang di jalan-Nya dan demi menggapai yang Dia janjikan kepada para mujahidin. Sementara orang-orang kafir tidak bisa teguh berperang karena merreka takut terbunuh, sehingga apa yang mereka peroleh di dunia bisa hilang seketika.
“dan Allah bersama orang-orang yang sabar”,
Maksudnya: sabar menghadapi musuh mereka (tidak menyerah), yang juga merupakan musuh Allah. Semua itu hanya mengharap pahala dari Allah lantaran kesabaran tersebut, serta hanya berharap pertolongan dan kemenangan dari Allah.
Surat Ar-Ra’d Ayat 22-25

22. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).
23. (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat
24. (sambil mengucapkan): "Salamun 'alaikum bima shabartum" . Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. Artinya: keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;
25. Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan
Abu Ja’far berkata : Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang sabar,” dalam memenuhi janji Allah dan tidak melanggar perjanjian dan silaturrahim. “karena mencari keridhoan Tuhannya,” dengan maksud mengagungkan Allah dan menyucikan-Nya dari menyalahi perintah-Nya atau melakukan sesuatu yang diharamkan melakukannya hingga berbuat maksia terhadap-Nya.
Yunus menceritakan kepadaku, ia berkata: Ibnu Wahid mengabarkan kepada kami, ia berkata: sabar dalam dua hal tersebut, sabar karena Allah terhadap apa yang ia cintai meskipun berat dirasakan oleh jiwa dan badan, dan sabar atas apa yang tidak disukai meskipun nafsu mendesaknya. Dengan demikian, ia termasuk orang yang sabar.

Surat As-Syura Ayat 40-43
“ Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia  di tidak menyukai orang-orang yang zalim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.
“tetapi orang yang bersabar dan memaafkan,”
Maksudnya:  yakni bersabar atas gangguan dan memaafkan, yakni tidak membela diri karena Allah. Ini bagi orang yang di zalimi oleh seorang muslim.
            Di riwayatkan bahwa seseorang memaki seseorang lainnya di majlis Al-Hasan, dan saat itu orang yang dimaki menahan amarahnya dan berkeringat, kemudian dia mengusap keringatnya. Setelah itu, dia berdiri dan membacakan ayat ini. Al-Hasan berkata, “ Demi Allah, dia benar-benar mengerti dan memahami ayat itu, saat ayat itu disia-siakan oleh orang-orang yang bodoh.
Kesimpulannya, memberikan maaf adalah suatu hal yang di anjurkan. Namun adakalanya kondisi terbalik, dimana tidak memberikan maaf merupakan suatu hal yang dianjurkan. Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Tidak memberikan maaf ini bertujuan untuk mencegah kezhaliman yang semakin besar dan memutuskan jaringan dari kezhaliman tersebut.



BAB III
Penutup
1.     Kesimpulan
              Secara harfiah  , sabar berasal dari kata shabara – Yashbiru- Shabran yang artinya menahan atau mengekang. Sabar adalah menahan diri dari bersikap,berbicara, dan bertingkah laku yang tidak dibenarkan oleh Allah swt. Seorang muslim harus bersabar dalam berbagai keadaan dan bentuknya dalam kehidupan ini. Secara garis besar, sabar bisa dikelompokkan menjadi dua : yaitu sabar jasmani dan rohani.
            Sabar mempunyai banyak keutamaan diantaranya adalah : Menimbulkan kekuatan yang berlipat,memperoleh balasan yang lebih baik,karunia yang utama,memperoleh kebahagiaan,memperoleh ampunan dan pahala yang besar, selalu bersama Allah, memperoleh keberuntungan dan masuk surga dengan disambut para malaikat.
            Ada beberapa hal yang dapat merusak sabar diantaranya adalah : Tergesa- gesa ( Isti’jal ), marah ( Al Gadhab), bersedih hati dan bersempit dada serta putus asa.


















DAFTAR PUSTAKA
Purwanto, edi dan Siti Safuroh. Pendidikan Agama Islam ,Jakarta: Piranti, 2004
Rasi’in, Al Quran Hadist, Semarang : PT. Karya Toha Putra , 2009
Departmen Agama RI, Al Quran dan Terjemahannya, Edisi 2002
Kitab Tafsir Al Qurtubi
Kitab Tafsir At thabari
nofeehost.com/alquranonline
nobelAlquran.com
Indonesiafaithfreedom.org/forum/surat-al-anfaal-mengapa-harus-diturunkan?


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar